Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Breaking News
08:00
Advertisement

MEMBARA! Warga Tembok Dukuh Bubutan Lawan Rencana Pasar Tumpah, Desak Eri Cahyadi Turun Tangan Batalkan

Screenshot 2026 10 24 12 57 40 27 680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7
Bagikan
Lihat Tersimpan

SURABAYA, PATROLI TERKINI.ID–* Suasana di kawasan padat penduduk RT 009 RW 001, Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya, mendadak membara. Warga terdampak kompak melakukan perlawanan dan menolak keras rencana pembukaan pasar tumpah tepat di mulut gapura utama kampung mereka.

Rencana yang dinilai sepihak, tanpa musyawarah, dan tanpa persetujuan warga terdampak itu dianggap sebagai bom waktu yang akan mematikan akses vital warga.

Perwakilan warga RT 009 RW 001, Jaka, menegaskan penolakan ini bukan tanpa alasan. Gapura yang akan ditutup lapak tersebut adalah satu-satunya urat nadi keluar-masuk warga.

“Ini satu-satunya akses keluar masuk mobil, motor, becak, bahkan pejalan kaki. Kalau subuh sampai siang ditutup lapak pasar tumpah, kampung kami lumpuh total! Macet, bising, sampah berserakan, kumuh. Kami yang tinggal di sini yang menanggung akibatnya!” tegas Jaka dengan nada geram, Kamis (15/10/2026).

Kekhawatiran terbesar warga adalah soal keselamatan dan nyawa. Jika gapura tertutup, jalur evakuasi darurat otomatis tertutup.

“Yang paling kami takutkan, kalau ada warga sakit kritis butuh ambulans, atau ada musibah kebakaran, bagaimana ambulans dan Damkar mau masuk? Akses tertutup lapak! Nyawa warga jadi taruhannya. Siapa yang bertanggung jawab nanti?” cecarnya.

Untuk itu, warga dengan lantang mendesak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk tidak tutup mata dan segera turun tangan.

“Kami meminta Wali Kota Surabaya Bapak Eri Cahyadi jangan tutup mata, jangan diam membisu atas keluhan warga Tembok Dukuh terkait pasar tumpah ini. Tolong Bapak Wali Kota dengarkan jeritan warga kecil. Turun ke lokasi, lihat langsung kondisi gapura kami. Batalkan rencana yang menyengsarakan warga ini!” desak Jaka.

Warga juga menuntut ketegasan dari Satpol PP Kota Surabaya, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Camat Bubutan, serta Lurah Tembok Dukuh untuk menghentikan rencana tersebut.

“Kami tegaskan, kami bukan anti pedagang dan tidak menolak orang mencari rezeki. Tapi jangan mencari nafkah dengan cara merampas hak kenyamanan, ketentraman, dan keselamatan warga lain. Kami lawan! Kami minta pasar tumpah di depan gapura kami dibatalkan!” pungkasnya.

Warga kini menunggu aksi nyata dari Wali Kota Eri Cahyadi. Jangan sampai pembiaran pasar tumpah liar di depan gapura kampung merusak ketertiban dan kondusivitas Kota Surabaya yang sudah dijaga dengan baik.

Redaksi Patroli terkini.id

Jurnalis isw89 

Penulis

admin@patroli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *